Pembesaran ayam broiler adalah usaha yang lagi naik daun akhir-akhir ini. Permintaan daging ayam broiler sangat besar. Hal tersebut tidak lepas dari daging ayam yang merupakan salah satu lauk pauk yang paling diminati dalam sehari – hari.
Namun, apakah Anda tahu bagaimana cara menjalankan bisnisnya? Berapa modal yang dibutuhkan dan berapa profit yang dapat dihasilkan? Kali ini, Pak Tani Digital akan membahas keunggulan dari ternak ayam broiler beserta jumlah modal dan jumlah profit pembesaran ayam broiler untuk kapasitas 5.000 ekor.
Untuk memulai bisnis peternakan ayam broiler, sebenarnya sangatlah sederhana. Anda bisa memulai bisnis ini dari modal yang terkecil hingga terbesar dengan perincian: pembelian bibit anak ayam broiler, pembelian perlengkapan, pembelian pakan, obat – obatan, vitamin, suplemen, dan masih banyak lagi.
Sebaiknya, tidak merekrut karyawan terlebih dahulu, di samping untuk memperkecil pengeluaran, Anda juga bisa mengembangkan secara mandiri.
Seperti yang Anda lihat di beberapa supermarket, swalayan, dan pasar, daging ayam selalu dibutuhkan dan selalu terjual habis bahkan untuk daging ayam sendiri, sudah bisa dikatakan bahan makanan utama bagi masyarakat sekarang.
Bukan hanya perorangan saja yang membutuhkan daging ayam, melainkan bentuk usaha lain juga memerlukan daging ayam untuk menjalankan bisnisnya seperti perusahaan sosis, rumah makan, dan bentuk usaha semacam lainya.
Banyak pengusaha beranggapan bahwa beternak ayam broiler membutuhkan modal yang cukup besar, padahal itu tidaklah benar. Selain untuk mendirikan usaha ini sendiri dengan biaya yang relatif kecil, Anda juga bisa melakukan sistem kemitraan dengan penyedia bibit.
Caranya adalah Anda cukup menghubungi penyedia bibit seperti PT. WONOKOYO GROUP, PT. JAPFA CORN, dll, dan menanyakan seperti apa persyaratan dan prosedurnya jika ingin bermitra. Yang Anda perlukan hanya lahan yang luas dan memelihara bibit ayam dari penyedia sampai masa panen tiba. Untuk pakan dan obat – obatan, sudah disediakan oleh penyedia bibit.
Lahan yang Anda butuhkan untuk membesarkan 5.000 ekor ayam adalah sekitar 625 m2, lebar 7 meter, panjang 90 meter dengan kapasitas 8 ekor setiap satu meter persegi sehingga diperoleh perhitungan 5.000 : 8 = 625 m.
Biaya paku dan kawat seharga Rp. 500.000
Biaya pembelian kayu batangan dan papan kayu seharga Rp. 6.000.000
Pembelian bambu 200 batang seharga Rp.1.000.000
Upah karyawan sebesar Rp. 3.000.000
Biaya lain – lain sebesar Rp.1.000.000
Total pembuatan kandang ayam broiler adalah sebesar Rp. 11.500.000. Sekarang, kita hitung biaya pembelian bibit, pakan, dll hingga keuntungan setelah panen selama 45 hari.
Pembelian bibit ayam untuk 1 box isi 100 adalah Rp.300.000. Jadi,dibutuhkan 50 box untuk 5.000 ekor yaitu seharga Rp.15.000.000
Pembelian pakan utama, pakan alternatif, obat-obatan, vitamin dan perangsang pertumbuhan sebesar Rp.4.000.000
Upah karyawan 1 orang selama 1 bulan sebesar Rp000.000
Total keseluruhan modal yang dibutuhkan dari awal hingga panen yaitu sebesar Rp. 11.500.000 + Rp. 21.000.000 = Rp. 32.500.000
Untuk hasil panen selama 45 hari, rata-rata berat 1 ekor ayam adalah 1 kg dengan harga Rp. 19.000/ekor maka diperoleh hasil Rp.19.000 x 5.000 = Rp. 95.000.000. Kemudian, dikurangi biaya modal awal Rp. 95.000.000 – Rp. 32.500.000 = Rp. 62.500.000 (hasil bersih). Inilah bisnis yang dipandang bau dan menjijikan namun hasilnya sangat menjanjikan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar